Assalamu'alaikum rekan netter semua. mulai saat ini blog saya KLINIK MOTIVASI LA-TABKI pindah rumah. alamat yang lama ahmadinda.blogspot.com pindah ke alamat yang baru ahmadsaifulloh.com. maka kepada rekan2 yang dengan suka rela telah ngelink ke blog saya tolong diubah url-nya. saya ucapkan ribuan terima kasih kepada temen2 yang sudah menyempatkan diri berkunjung di blog saya yang masih hijau ini. blog ini ada karena anda semua. syukron wa jazakumullah khoiron
Read More......
28 April 2009
Pelajaran Dari Kupu-kupu
Kita diciptakan oleh Allah dimuka bumi ini tidak sendirian. Kita menempati planet ini bersama jutaan jenis makhluk hidup lainnya. Tumbuh-tumbuhan, hewan, jin, dan setan tentunya (hii serem hehe). Setiap makhluk hidup yang diciptakan Tuhan memiliki kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali kita manusia. Oleh karena itulah kita diharuskan untuk banyak belajar kepada siapa saja dan kepada apa saja. Belajar tidak hanya kepada manusia (siapa) tapi juga kepada makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan (apa). Karena sebenarnya terdapat banyak pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Semut, lebah, kupu-kupu, gajah, laba-laba, dsb, semuanya memiliki pelajaran dan hikmah untuk kita gali dan renungkan.
Baiklah, kali ini marilah kita belajar bersama-sama dari seekor kupu-kupu. Saya menerima pelajaran ini dari guru saya ketika dulu masih kecil.
Suatu hari, pada saat sebuah lubang kecil timbul di sebuah kepompong, seorang pria duduk memperhatikan bagaimana seekor bayi kupu-kupu selama berjam-jam berjuang untuk keluar dari lubang kepompong tersebut. Akan tetapi proses itu berhenti tanpa ada perubahan berarti. Tampaknya sudah sekuat tenaga bayi kupu-kupu itu berusaha namun belum bisa keluar juga. Sehingga akhirnya sang lelaki itu memutuskan untuk membantu bayi kupu-kupu tersebut, diambilnya sebuah gunting untuk membuka kepompong tersebut. Dan bayi kupu-kupu itu akhirnya bisa keluar dengan mudah walau dengan tubuh yang lemah, kecil, dan sayap yang mengkerut. Sang lelaki terus mengamatinya dan berharap suatu saat nanti sayapnya akan terbuka, membesar dan berkembang agar bisa menyangga tubuhnya dan menjadi kuat. Setalah sehari, dua hari, seminggu, dua minggu diperhatikan, ternyata tidak terjadi apa-apa. Dan kupu tersebut menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan merangkak dengan tubuhnya yang lemah, sayap yang mengkerut, dan tidak pernah bisa terbang. Hiks… it’s so pity.
Lelaki baik hati dan penolong ini tidak mengerti bahwa kepompong yang menjerat bayi kupu-kupu dan perjuangannya untuk bisa keluar darinya merupakan cara Allah untuk mendorong cairan tubuh dari kupu-kupu ke sayapnya agar kuat dan siap untuk terbang sewaktu-waktu setelah bebas dari kepompong nanti. Tepat sekali. Untuk bisa terbang dengan sayap yang sempurna dibutuhkan latihan dan kerja keras sejak kupu-kupu itu masih bayi.
Shobat La-Tabki. Begitu juga kita manusia. Perjuangan mutlak dibutuhkan dalam menjalani hidup ini. Apabila Allah memberi kita kehidupan yang tanpa hambatan, itu hanya akan membuat kita lemah. Kita tidak akan pernah bisa terbang mengejar cita-cita, kita tidak akan pernah sekuat ini, sesukses ini. Maka jangan sekali-kali anda mengharapkan kesuksesan tanpa usaha dan kerja keras. Dan yakinlah…. Allah sudah merencanakan sesuatu yang indah buat anda meskipun mungkin awalnya terasa getir.
Kita sering memohon diberi kekuatan kepada Allah dan Allah memberikan kesulitan agar kita kuat. Kita memohon agar bisa menjadi bijaksana dan Allah memberi masalah untuk diselesaikan. Kita memohon kekayaan dan Allah memberi kita bakat, waktu, kesehatan, dan peluang. Kita memohon keberanian dan Allah memberikan hambatan untuk dilewati. Kita memohon rasa cinta dan Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang punya masalah untuk dibantu. Kita memohon kelebihan dan Allah memberi kita jalan untuk menemukannya. Kita tidak menerima apapun yang kita pinta akan tetapi kita menerima apa yang kita butuhkan.
Dan beginilah Allah menjadikan kita makhluk yang paling mulia dengan cara yang sudah ditetapkanNya. Subhanallah…… kita memiliki segalanya untuk sukses. So, there’s no reason to fail. Just face all problems you’re having. Prove that you can solve them. Spend most of your time to study. Find out your talent. Keep your healthy. Be focus to reach your dream and your mission. Never stop praying to find true ways in your lives. Wallahu a’lam
23 April 2009
Inilah Beberapa Pembeda Antara Pemenang dan Pecundang
Di posting yang lalu saya sedikit membahas tentang fenomena Caleg stress yang hingga saat ini jumlahnya makin banyak saja. Memprihatinkan memang. Tapi di sisi lain (seperti komentarnya mas Danu waktu itu) kita harus tetap bersyukur karena mereka yang stress itu tidak menjadi anggota Dewan beneran. Ini berarti kita terbebas dari bencana yaitu punya wakil rakyat yang gak bener, bermental tempe, mudah stress, dsb.
Jadi salah satu hikmah dari fenomena itu adalah DPR kita tidak diisi oleh para pecundang. Lantas bagaimana dengan Caleg yang berhasil mendapatkan kursi di Dewan?. Ya kita sih cuma bisa berharap semoga mereka benar-benar wakil rakyat yang berkualitas, kompeten, dan bisa membela rakyat nantinya. Karena wakil rakyat yang seperti inilah yang pantas disebut sebagai pemenang.
Berbicara tentang pemenang dan pecundang saya jadi ingat postingnya mas Joko dulu. Yang belum baca silahkan review di sini.
Tapi menurut saya, sebenarnya banyak yang membedakan antara pemenang dan pecundang (dalam dunia apa saja). Di antara beberapa pembeda itu adalah sebagai berikut:
- Pemenang berfikir dan berjiwa besar, pecundang berfikir dan berjiwa kecil.
- Pemenang berusaha mengubah nasib, pecundang pasrah pada nasib.
- Pemenang mampu mengendalikan waktu, pecundang digilas waktu.
- Pemenang menjadikan sesuatu yang rumit menjadi sederhana, pecundang membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit.
- Pemenang merubah kendala menjadi peluang, pecundang mengubah peluang menjadi kendala.
- Pemenang selalu bilang; “ini hal yang sulit tapi mungkin”. Sedangkan pecundang berkata; “ini hal yang mungkin tapi sulit”.
- Pemenang selalu berfikir bagaimana supaya berhasil, pecundang dibayang-bayangi fikiran bagaimana jika gagal?
- Pemenang selalu bangkit setiap kali jatuh, pecundang selalu tenggelam setiap kali jatuh.
Tentu anda memilih jadi pemenang bukan. Yup… sudah pasti. Apapun profesi kita, dimanapun kita berada, kita pasti tidak mau menjadi pecundang.
Sobat La-Tabki…. Demikianlah beberapa pembeda antara pemenang dan pecundang yang sering kita jumpai di sekeliling kita. Lantas bagaimana penjelasan dan contoh-contoh dari beberapa pembeda di atas? Insya Allah saya akan bahas di waktu yang akan datang. Atau mungkin anda mau memberikan contoh nyata dari beberapa pembeda itu? Atau anda memiliki pembeda yang lain? Silahkan anda tuliskan di kolom komentar.
Label:
Fenomena,
motivasi,
Pengembangan Diri
18 April 2009
Fenomena Caleg Stress
Beberapa minggu setelah pemilu legislatif dilaksanakan muncul fenomena menarik yang patut kita prihatinkan. Ya…. Fenomena Caleg stress yang muncul di beberapa daerah di negeri ini. Sekedar menyebut contoh, 2 orang di Bojonegoro Jawa Timur harus dirawat di sebuah pondok pesantren lantaran stress setelah mengetahui hasil penghitungan suara yang jeblok. Di Jawa Barat juga terdapat seorang pemuda yang dirawat di sebuah padepokan karena sebab yang tidak jauh beda. Di Sulawesi Selatan lebih parah lagi, seorang Caleg (stress) dengan tega menutup sumber air bersih untuk warga sekitar karena tidak ada seorangpun dari mereka yang memilihnya ketika pencontrengan dilaksanakan. (TV One 16 April 09)
Mengetahui berita di atas, saya jadi bertanya-tanya dalam hati. Sedemikian lemahkah mental manusia Indonesia yang nota bene berani mencalonkan diri sebagai wakil rakyat?. Sedemikian rendahkah kualitas calon wakil rakyat di Republik ini?. Benar-benar payah.
Lantas mengapa ini semua bisa terjadi?
Menurut saya pribadi, setidaknya terdapat beberapa hal yang menyebabkan Caleg tersebut stress. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Motivasi pencalegan yang tidak benar. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang beramai-ramai mendaftarkan diri menjadi Caleg hanya untuk mengejar harta dan kekuasaan (statement yang tentu masih bisa diperdebatkan). Hal ini menjadikan mereka menghalalkan berbagai cara untuk menempuhnya. Bahkan ada pula yang menempuh jalan yang tidak rasional sama sekali. Banyak diantara mereka yang rela menjual sebagian besar hartanya untuk kampanye, ada juga yang pergi ke dukun untuk memuluskan langkahnya. Sehingga ketika hasil Pemilu tidak memuaskan, mereka langsung down dan stress.
2. Tidak memiliki jiwa ksatria. Jiwa ksatria dalam artian mereka memiliki mental siap menang tapi tidak dibarengi dengan kesiapan untuk kalah dan mengakui kemenangan orang lain. Sehingga ketika kenyataan meleset dari yang diinginkan, mentalnya langsung terguncang. Inilah wabah yang menjangkit kebanyakan orang Indonesia.
3. Over Confidence. Memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri adalah suatu keharusan, namun kalau terlalu over juga bisa mengakibatkan kehancuran. Menurut berita di berbagai media massa Caleg yang stress pada umumnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi sebelum Pemilu hingga mereka sudah berani mengumbar janji manis kepada masyarakat seolah-olah ia sudah pasti dapat kursi di DPR. Namun ketika mereka kalah kondisi jiwanya langsung terganggu.
4. Hubungan vertikal dengan Sang Pencipta yang tidak “mesra”. Ini salah satu hal pokok yang membuat mereka “linglung” ketika menghadapi kenyataan yang menyakitkan. Setinggi apapun ilmu seseorang, sekuat apapun mentalnya, sekaya apapun dia, tapi kalau tidak memiliki hubungan yang dekat dengan Allah maka bisa dipastikan ia akan menjadi lemah.
Shobat La-Tabki, demikianlah beberapa hal yang mengakibatkan munculnya fenomena Caleg stress setelah pesta demokrasi tahun ini. Terlepas itu benar atau salah yang jelas ini hanya berdasarkan analisa saya pribadi. Bagaimana menurut anda? Apakah anda sependapat dengan saya? Atau mungkin anda memiliki analisa yang lain?
14 April 2009
Inilah Tips Agar Anda Lebih PD
Dalam posting yang lalu saya menyinggung tentang bagaimana kekuatan fikiran mampu menunjang kesuksesan kita. Fikiran yang positif tentu akan menghasilkan hal yang positif juga. Lebih dari itu, fikiran yang positif pada gilirannya akan menjadikan kita lebih percaya diri (PD). Tepat sekali… PD, sesuatu yang mutlak kita miliki jika kita ingin maju, namun banyak di antara kita yang masih merasa minder, tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Kalau ini tidak kita hilangkan dari kamus kehidupan kita maka tentunya kita akan sulit untuk sukses. Lantas bagaimana caranya agar kita lebih percaya diri? Berikut ini beberapa tips yang saya dapatkan dari motivator-motivator sukses dan sering saya praktekkan agar selalu memiliki self confidence (PD) yang tinggi:
1. Ketika anda berinteraksi dengan orang lain, yang pertama dilihat dari diri anda adalah penampilan fisik. Maka anda harus selalu tampil bersih, rapi, dan tentunya wangi. Disampig itu perhatikanlah sikap tubuh Anda. Hindari sikap yang berkesan malas, loyo dan tidak bergairah. Anda harus benar-benar terlihat “fresh”. Belajarlah dari bintang-bintang film di televisi. Anda pasti bisa menilai perbedaan sikap orang yang PD dan yang kurang PD.
2. Saat berbicara, anda harus memperhatikan nada suara. Usahakanlah untuk melafalkan setiap kata dengan jelas, tidak menggumam, mendesis atau berbisik. Jadi kata yang keluar dari mulut anda harus memiliki artikulasi yang jelas. Selain itu, pandang lah mata lawan bicara, jangan menunduk, atau memandang ke arah lain.
3. Bersikaplah tegas. Katakanlah bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah, tapi tentunya anda harus memiliki dasar pengetahuan yang kuat. Jangan berkata ‘ya’ pada saat mengatakan ‘tidak’ begitu juga sebaliknya karena menjadi yesman mungkin aman tapi itu tidak sehat bagi harga diri Anda. Dalam sebuah hadits diriwayatkan Qul al-haqqo walau kana murran (katakanlah yang benar meskipun itu pahit).
4. Lakukan segera apa yang bisa dilakukan sekarang. Hindari kebiasaan menunda-nunda dengan alasan malas atau tidak suka melakukannya. Penundaan bisa mengahambat perkembangan rasa percaya diri.
5. Kenalilah kelebihan, kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Kembangkanlah potensi diri dan perbaikilah kekurangan. Namun disamping itu anda harus menerima kelemahan yang tidak bisa dirubah, dan beranilah merubah kelemahan yang bisa dirubah. Tentu masing-masing anda mengetahui mana kekurangan yang tidak bisa dirubah atau setidaknya kekurangan yang sangat sulit dirubah.
6. Berusahalah untuk memperluas wawasan dan menambah pengetahuan. Tentu banyak cara yang bisa kita tempuh, diantaranya dengan membaca Koran, portal berita di internet, nonton tayangan tv yang baik, dan tentunya blogwalking. Anda harus ingat bahwa orang yang percaya diri umumnya bukan tipe katak dalam tempurung melainkan orang yang “gaul” dan nyambung ketika diajak ngobrol masalah apa saja. Prinsip saya dalam masalah ini adalah “lebih baik tahu sedikit tentang banyak hal dari pada tahu banyak tentang sedikit hal”.
7. Berusahalah untuk menjadi ahli atau profesional dalam bidang tertentu yang itu adalah bakat alami anda meskipun tidak menjanjikan popularitas. Misalnya, piawai dalam memetik gitar, menyanyi, ahli memperbaiki motor, fasih berbahasa inggris, jago main tenis,dsb. Intinya anda harus mengeksplorasi bakat alami anda yang akan menjadikan anda memiliki nilai lebih dari orang lain.
8. Ketika menemui kesulitan, hindari kebiasaan mengeluh dan menggerutu. Curahkanlah isi hati (tentang kesulitan) kepada orang yang tepat dan jangan diumbar kepada siapa saja.
9. Kendalikanlah aperasaan-perasaan negatif. Jangan larut dalam keadaan sedih, frustasi, iri hati, dan sakit hati. Semua itu bisa merusak rasa percaya diri.
10. Ketika membicarakan orang lain, bicarakanlah kelebihannya dan kebaikannya saja, bukan kekurangan atau keburukannya. Pribadi yang percaya diri tidak merasa superior dengqn cara menjelekan orang lain, dan tidak merasa inferior karena memuji orang lain.
Sobat La-Tabki, demikianlah beberapa tips agar kita menjadi lebih percaya diri. Sebenarnya masih ada beberapa tips lagi namun akan saya bahas pada posting yang akan datang. Atau mungkin anda memiliki cara yang lain untuk meningkatkan rasa percaya diri anda..?. hem… jangan malu-malu tuliskan saja disini dan mari kita saling mengisi.
Subscribe to:
Posts (Atom)











